Konfigurasi Slony-I Dalam Sistem Operasi Windows XP
Replikasi adalah hal yang umum untuk database yang membutukan kinerja lebih. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam replikasi adalah Slony-I. Sistem ini berkerja dengan konsep asynchronous dengan demikian inkonsistensi data antara database master dan slave dapat terjadi. Itu adalah konsekuensi yang harus diterima, namun hal positifnya adalah kinerja sistem ini dapat dikatakan lebih baik karena proses pengiriman data dilakukan secara periodik sehingga tidak memberatkan sistem secara keseluruhan (terdapat pilihan antara fungsi dan kinerja, sulit untuk mendapatkan keduanya).
Dengan demikian ditinjau dari fungsinya maka replikasi atau sinkronisasi dengan cara synchronous lebih baik (real time), tetapi di sisi lain kinerja yang didapatkan dapat lebih buruk dibandingkan dengan asynchronous (semua cluster harus mempunyai status yang sama, dengan demikian pemantauan dilakukan bersamaan sehingga dapat memberatkan sistem secara keseluruhan).
Dalam proses ini kita akan menggunakan PostgreSQL 8.3.3.1 yang dilengkapi dengan Application Stack Builder untuk mendapatkan Slony-I. Asumsinya adalah kita sudah dapat menjalankan PostgreSQL dan aplikasi Slony-I sudah dapat terinstal dengan baik di komputer. Langkah selanjutnya adalah :
1. Tentukan database yang akan dibuatkan replikasinya, misal database ‘master_replikasi’.
2. Backup database tersebut dan ekstrak database tersebut pada komputer yang akan digunakan sebagai slave. Bila kita ingin sekedar melakukan uji coba, proses ekstrak dapat dilakukan pada komputer yang sama dengan nama database yang berbeda, bila demikian disarankan untuk menggunakan cara yang lebih mudah yaitu dengan membuat database baru yang menggunakan template ‘master_replikasi’. Dengan cara ini maka kita dapat membuat database baru dengan skema dan isi yang sama persis dengan ‘master_replikasi’.
3. Periksa status path Slony-I pada pgAdmin, hal ini dapat dilakukan dengan memilih menu File → Options → General, seharusnya Slony-I path telah terisi direktori di mana Slony-I terinstal. Sebagai saran, sebaiknya Slony-I diinstal di direktori yang sama dengan database PostgreSQL. Bila path Slony-I belum dikonfigurasi maka anda harus melakukan konfigurasi sesuai dengan path Slony-I terinstal. Bila tidak maka pc tersebut hanya dapat melakukan join terhadap cluster yang ada, namun tidak dapat dijadikan master node dari sebuah replikasi. Sebagai contoh, PostgreSQL terinstal di direktori C:\PostgreSQL dan saya menginstalasi Slony-I pada direktori yang sama maka saya mengkonfigurasi Slony-I path di C:\PostgreSQL\8.3\share.
4. Pilih database yang akan dijadikan master dalam replikasi.
5. Pada bagian Replication, klik kanan dan pilih New Slony-I cluster…
6. Saat ini kita akan membuat master dari replikasi, sehingga kita harus mengisi Cluster name dengan nama cluster yang akan kita buat sebagai cluster replikasi, misal ReplDB. Kemudian kita isi bagian Local node dengan 1, Master (isian pertama adalah numerik, isian kedua adalah karakter/komentar tentang node tersebut). Kemudian kita isi pula bagian Admin node dengan 9999, pgAdmin (maksimal node adalah 9999, ini digunakan sebagai node untuk pgAdmin). Selanjutnya klik OK.
7. Konfigurasi Slony-I dengan command line ke direktori di mana Slony-I terinstal, misal C:\PostgreSQL\8.3\bin. Aktifkan service Slony-I dengan perintah : slon -regservice Slony-I, maka service Slony-I akan ada di bagian service yang dapat dijalankan oleh sistem operasi. Lalu buat file, misal master.repl.conf, lalu edit file tersebut dan isi dengan data-data sebagai berikut :
cluster_name=’ReplDB’
conn_info=’host=127.0.0.1 port=5432 user=postgres dbname=master_replikasi’
Data di atas artinya adalah nama cluster yang akan dibuat ‘ReplDB’ dan informasi koneksi untuk cluster tersebut. Karena kita akan membuat replikasi untuk 1 master dan 1 slave maka kita harus membuat 1 buah file lagi untuk konfigurasi slave, misal slave.repl.conf, lalu edit file tersebut dan isi dengan data-data sebagai berikut :
cluster_name=’ReplDB’
conn_info=’host=127.0.0.1 port=5432 user=postgres dbname=slave_replikasi’
Di sini Slony-I akan berjalan di dalam 1 komputer (hanya untuk ujicoba) sehingga host untuk slave menggunakan alamat yang sama dengan master. Untuk nama databasenya kita menggunakan slave_replikasi.
8. Kemudian kita registrasi tiap-tiap engine yang akan digunakan dalam replikasi sesuai dengan file-file konfigurasi yang telah kita buat sebelumnya.
slon -addengine Slony-I C:\PostgreSQL\8.3\data\master.repl.conf
slon -addengine Slony-I C:\PostgreSQL\8.3\data\slave.repl.conf
Pada saat ini engine sudah didaftarkan namun belum diaktifkan.
9. Kemudian untuk database slave, pada bagian Replication buat sebuah konfigurasi replikasi untuk slave, untuk slave anda harus memilih tanda Join existing cluster, kemudian muncul pilihan semua server yang terdaftar di pgAdmin. Pilih lokasi server dan databasenya, bila telah dipilih database yang dimaksud maka akan muncul nama cluster (lihat Cluster name). Isi bagian Local node dengan 2, First Slave (isian pertama 1 dan isian kedua First slave).
10. Kemudian isi path untuk tiap-tiap node pada setiap database yang terlibat di dalam cluster replikasi. Misal untuk node Master, buat path dengan Server name adalah ‘First Slave’ dan Connect info adalah ‘host=127.0.0.1 port=5432 user=postgres dbname=slave_replikasi’. Ulangi hal ini untuk semua node dalam cluster replikasi.
11. Konfigurasi Replication Sets untuk memilih objek-objek yang akan disertakan dalam replikasi.
12. Sebagai tambahan, pastikan bahwa Slony-I servis berjalan sebagai Administrator dan berikan pgpass.conf di dalam folder Application Data\PostgreSQL untuk user tersebut. Dalam percobaan sebelumnya, penggunaan Slony-I yang tidak menggunakan Administrator akan mengalami kendala.
13. Jalankan servis database dan slony tersebut dan lihat hasilnya. Seharusnya setiap perubahan pada tabel yang dimasukan (set) dalam replikasi dapat disalin ke dalam tabel slave-nya.
sourceReplikasi adalah hal yang umum untuk database yang membutukan kinerja lebih. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam replikasi adalah Slony-I. Sistem ini berkerja dengan konsep asynchronous dengan demikian inkonsistensi data antara database master dan slave dapat terjadi. Itu adalah konsekuensi yang harus diterima, namun hal positifnya adalah kinerja sistem ini dapat dikatakan lebih baik karena proses pengiriman data dilakukan secara periodik sehingga tidak memberatkan sistem secara keseluruhan (terdapat pilihan antara fungsi dan kinerja, sulit untuk mendapatkan keduanya).
Dengan demikian ditinjau dari fungsinya maka replikasi atau sinkronisasi dengan cara synchronous lebih baik (real time), tetapi di sisi lain kinerja yang didapatkan dapat lebih buruk dibandingkan dengan asynchronous (semua cluster harus mempunyai status yang sama, dengan demikian pemantauan dilakukan bersamaan sehingga dapat memberatkan sistem secara keseluruhan).
Dalam proses ini kita akan menggunakan PostgreSQL 8.3.3.1 yang dilengkapi dengan Application Stack Builder untuk mendapatkan Slony-I. Asumsinya adalah kita sudah dapat menjalankan PostgreSQL dan aplikasi Slony-I sudah dapat terinstal dengan baik di komputer. Langkah selanjutnya adalah :
1. Tentukan database yang akan dibuatkan replikasinya, misal database ‘master_replikasi’.
2. Backup database tersebut dan ekstrak database tersebut pada komputer yang akan digunakan sebagai slave. Bila kita ingin sekedar melakukan uji coba, proses ekstrak dapat dilakukan pada komputer yang sama dengan nama database yang berbeda, bila demikian disarankan untuk menggunakan cara yang lebih mudah yaitu dengan membuat database baru yang menggunakan template ‘master_replikasi’. Dengan cara ini maka kita dapat membuat database baru dengan skema dan isi yang sama persis dengan ‘master_replikasi’.
3. Periksa status path Slony-I pada pgAdmin, hal ini dapat dilakukan dengan memilih menu File → Options → General, seharusnya Slony-I path telah terisi direktori di mana Slony-I terinstal. Sebagai saran, sebaiknya Slony-I diinstal di direktori yang sama dengan database PostgreSQL. Bila path Slony-I belum dikonfigurasi maka anda harus melakukan konfigurasi sesuai dengan path Slony-I terinstal. Bila tidak maka pc tersebut hanya dapat melakukan join terhadap cluster yang ada, namun tidak dapat dijadikan master node dari sebuah replikasi. Sebagai contoh, PostgreSQL terinstal di direktori C:\PostgreSQL dan saya menginstalasi Slony-I pada direktori yang sama maka saya mengkonfigurasi Slony-I path di C:\PostgreSQL\8.3\share.
4. Pilih database yang akan dijadikan master dalam replikasi.
5. Pada bagian Replication, klik kanan dan pilih New Slony-I cluster…
6. Saat ini kita akan membuat master dari replikasi, sehingga kita harus mengisi Cluster name dengan nama cluster yang akan kita buat sebagai cluster replikasi, misal ReplDB. Kemudian kita isi bagian Local node dengan 1, Master (isian pertama adalah numerik, isian kedua adalah karakter/komentar tentang node tersebut). Kemudian kita isi pula bagian Admin node dengan 9999, pgAdmin (maksimal node adalah 9999, ini digunakan sebagai node untuk pgAdmin). Selanjutnya klik OK.
7. Konfigurasi Slony-I dengan command line ke direktori di mana Slony-I terinstal, misal C:\PostgreSQL\8.3\bin. Aktifkan service Slony-I dengan perintah : slon -regservice Slony-I, maka service Slony-I akan ada di bagian service yang dapat dijalankan oleh sistem operasi. Lalu buat file, misal master.repl.conf, lalu edit file tersebut dan isi dengan data-data sebagai berikut :
cluster_name=’ReplDB’
conn_info=’host=127.0.0.1 port=5432 user=postgres dbname=master_replikasi’
Data di atas artinya adalah nama cluster yang akan dibuat ‘ReplDB’ dan informasi koneksi untuk cluster tersebut. Karena kita akan membuat replikasi untuk 1 master dan 1 slave maka kita harus membuat 1 buah file lagi untuk konfigurasi slave, misal slave.repl.conf, lalu edit file tersebut dan isi dengan data-data sebagai berikut :
cluster_name=’ReplDB’
conn_info=’host=127.0.0.1 port=5432 user=postgres dbname=slave_replikasi’
Di sini Slony-I akan berjalan di dalam 1 komputer (hanya untuk ujicoba) sehingga host untuk slave menggunakan alamat yang sama dengan master. Untuk nama databasenya kita menggunakan slave_replikasi.
8. Kemudian kita registrasi tiap-tiap engine yang akan digunakan dalam replikasi sesuai dengan file-file konfigurasi yang telah kita buat sebelumnya.
slon -addengine Slony-I C:\PostgreSQL\8.3\data\master.repl.conf
slon -addengine Slony-I C:\PostgreSQL\8.3\data\slave.repl.conf
Pada saat ini engine sudah didaftarkan namun belum diaktifkan.
9. Kemudian untuk database slave, pada bagian Replication buat sebuah konfigurasi replikasi untuk slave, untuk slave anda harus memilih tanda Join existing cluster, kemudian muncul pilihan semua server yang terdaftar di pgAdmin. Pilih lokasi server dan databasenya, bila telah dipilih database yang dimaksud maka akan muncul nama cluster (lihat Cluster name). Isi bagian Local node dengan 2, First Slave (isian pertama 1 dan isian kedua First slave).
10. Kemudian isi path untuk tiap-tiap node pada setiap database yang terlibat di dalam cluster replikasi. Misal untuk node Master, buat path dengan Server name adalah ‘First Slave’ dan Connect info adalah ‘host=127.0.0.1 port=5432 user=postgres dbname=slave_replikasi’. Ulangi hal ini untuk semua node dalam cluster replikasi.
11. Konfigurasi Replication Sets untuk memilih objek-objek yang akan disertakan dalam replikasi.
12. Sebagai tambahan, pastikan bahwa Slony-I servis berjalan sebagai Administrator dan berikan pgpass.conf di dalam folder Application Data\PostgreSQL untuk user tersebut. Dalam percobaan sebelumnya, penggunaan Slony-I yang tidak menggunakan Administrator akan mengalami kendala.
13. Jalankan servis database dan slony tersebut dan lihat hasilnya. Seharusnya setiap perubahan pada tabel yang dimasukan (set) dalam replikasi dapat disalin ke dalam tabel slave-nya.
openSUSE.org telah mengumumkan rilis terbaru untuk openSUSE 11.2 yang versi finalnya akan dirilis pada bulan November 2009. Update dan perbaikan yang dilakukan meliputi berbagai paket aplikasi, termasuk diantaranya adalah update untuk KDE, GNOME, NetworkManager, Samba, YaST, dan berbagai paket aplikasi lainnya.









Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat malam hari Anda bersama pasangan semakin berkesan dan bertambah romantis. Namun kali ini tidak dengan bercinta, melainkan dengan bermesraan sepanjang malam. Meskipun tidak harus melakukan ‘pertempuran’ ranjang, dengan bermesraan juga dapat menambah keintiman Anda dan pasangan.





Recent Comments